Select Menu

Desktop

Chat

Bookmarks

User

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

clean-5

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

kota

Suku

Polwan Jakarta Apel Mengenakan Jilbab

Sejumlah anggota Polisi Wanita (Polwan) memakai jilbab saat mengikuti Apel di halaman Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 25 November 2013. Kapolri Jenderal Sutarman membolehkan anggota Polwan yang ingin mengenakan jilbab saat bertugas.

Polda Metro Jaya memeragakan bentuk pemakaian jilbab yang benar agar ada keseragaman bagi seluruh Polwan berjilbab.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno mengatakan keseragaman cara berjilbab perlu diperhatikan agar kerapian tetap terjaga.


Korps Tribrata ini sempat tidak membolehkan pemakaian jilbab bagi polisi wanita di jajarannya kecuali di Polda Aceh. Saat berdinas, seluruh anggota Polri harus memakai seragam sesuai aturan, kecuali untuk Polwan yang tidak mengenakan seragam seperti bagian reserse dan intelijen. Mereka berpakaian bebas dan diperbolehkan mengenakan jilbab.

Namun belakangan aturan kaku itu diprotes keras oleh berbagai pihak sehingga pada masa kepemimpinan Kapolri Sutarman kali ini, ia menginstruksikan polwan diberi kebebasan untuk mengenakan jilbab.

Pelaku penembakan polisi diduga teroris

Polisi menduga pelaku penembakan dua polisi di Pondok Aren, Tangerang, adalah teroris dan hingga kini pengejaran masih terus dilakukan.


Penembakan terjadi pada Jumat (16/08) pukul 21.30 WIB di Jalan Graha Raya, Pondok Aren. Dua polisi yaitu Bripda Maulana dan Aipda Kus Hendratma -keduanya anggota Polsek Pondok Aren- meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan sepeda motor pelaku berhasil diamankan dan olah tempat kejadian perkara masih dilangsungkan.
Rikwanto menjelaskan, saat itu Aipda Kus Hendratna hendak melakukan apel pada 22.00 WIB di Polsek Pondok Aren. Namun dalam perjalanan, dia dipepet oleh oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor warna hitam dan ditembak pada bagian belakang kepala. Kus langsung terjatuh.
"Di belakangnya ada tim buser menggunakan mobil berisi empat orang dengan arah yang sama melihat kejadian tersebut. Mereka mengejar dan bisa menabrak motor tersebut, namun mobilnya terperosok," jelas Rikwanto dalam pesan singkat.

Baku tembak

Pelaku yang turun dari motor kemudian menghampiri dan menembak pengemudi mobil tersebut, yaitu Bripka Maulana.
"Terjadi baku tembak antara pelaku dengan tim buser, pelaku melarikan diri dengan merampas motor masyarakat ke arah Pamulang.
"Namun motor pelaku tertinggal, saksi dari masyarakat melihat pelaku ada yang terluka dan ada yang memegang pistol," jelas Rikwanto.
Dua korban selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Kramat Jati.
Penembakan semacam ini sudah dilakukan beberapa kali dengan mengincar polisi. Sebelumnya, Rabu (07/08) kemarin, anggota unit binmas Polsek Metro Cilandak, Aiptu Dwiyatna, ditembak mati oleh orang tidak dikenal dari jarak dekat, sekitar pukul 05.00 WIB pagi.
Berselang enam hari, kedediaman seorang perwira Polda Metro Jaya  ditembaki orang tak dikenal hari Selasa (13/08) di Tangerang. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kerajaan